Malam Terakhir di Jakarta.

1014 Kata

Kamar luas di sayap kanan kediaman Dirgantara itu kini terasa seperti peti mati yang dilapisi sutra dan emas. Seraphina berdiri mematung di depan jendela kaca setinggi langit-langit, membiarkan dahinya bersandar pada permukaan kaca yang dingin. Di luar sana, Jakarta tampak seperti hamparan sirkuit elektronik raksasa yang berkedip-kedip dalam kegelapan. Rintik hujan yang tadi menderas kini menyisakan kabut tipis yang menyelimuti cakrawala, namun pandangan Sera tetap terkunci pada satu titik yang sangat spesifik di kejauhan. Di antara jajaran gedung pencakar langit yang mendominasi distrik bisnis, berdiri sebuah menara dengan logo 'V' yang menyala angkuh dengan cahaya perak kebiruan. Valerius Group. Jantung dari kekuasaan Alaric. Sera menatap gedung itu dengan tatapan yang kosong namun penu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN