Reaksi Histeris Sera.

1300 Kata

​Pecahan botol parfum kristal yang berserakan di lantai jati kamar Seraphina Dirgantara tampak berkilauan tertimpa cahaya lampu tidur yang redup, memantulkan bayangan seorang gadis yang dunianya baru saja hancur berkeping-keping. Napas Sera tersengal, dadanya naik-turun dengan ritme yang tidak beraturan, sementara jemarinya yang gemetar hebat masih mencengkeram ponsel pintarnya seolah benda itu adalah jantung pelakunya. Di layar yang retak itu, unggahan Bianca masih terpampang nyata—sebuah bukti otentik tentang "kepulangan" Alaric ke pelukan masa lalunya di Paris. Kata-kata "kembali ke rumah" itu terus berputar-putar di kepala Sera, menjelma menjadi ribuan jarum yang menusuk saraf kesadarannya hingga ia merasa gila. ​Sera kembali menekan tombol panggil pada kontak bernama "My King"—nama y

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN