Salju pertama di London turun dengan keanggunan yang menyakitkan, jatuh perlahan melewati jendela kaca besar di flat Richmond seolah-olah butiran es itu adalah fragmen memori yang membeku. Di luar sana, jalanan berbatu yang biasanya basah oleh hujan kini tertutup selimut putih yang tipis, membungkam suara langkah kaki dan deru mesin kendaraan, menciptakan keheningan yang menyesakkan bagi siapa pun yang sedang terjebak dalam kesepian. Seraphina Dirgantara duduk di kursi beludru tua di pojok ruang tamu, menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi yang dingin. Sebuah meja kayu kecil di depannya hanya diterangi oleh sebatang lilin aroma terapi dan lampu baca yang sinarnya mulai meredup. Di atas meja itu, berserakan beberapa lembar kertas surat berwarna krem dan sebuah pena bulu yang ujungnya ma

