Aksi Pembuntutan

1144 Kata

​Lampu-lampu lobi apartemen mewah di kawasan pusat Jakarta itu memantulkan bayangan yang distorsi pada permukaan marmer hitam yang mengilap, seolah mencerminkan kekacauan batin yang kini meradang di d**a Bianca. Wanita itu masih duduk mematung di balik kemudi mobilnya di sudut parkiran basement yang remang, matanya terpaku pada pintu lift pribadi yang baru saja tertutup, membawa Alaric dan Seraphina naik ke dalam sangkar emas mereka. Napas Bianca terasa sesak, seolah oksigen di dalam mobil sportnya telah habis diisap oleh api amarah yang menyala hebat. Jemarinya yang ramping, dengan kuku-kuku merah darah yang terawat sempurna, mencengkeram lingkar kemudi hingga buku-bukunya memutih. Kehancuran kariernya, bayang-bayang kemiskinan yang mulai mengintai, dan pengkhianatan Alaric yang lebih mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN