Makan Malam di Rumah Dirgantara

1149 Kata

​Lampu kristal yang menggantung megah di ruang makan kediaman keluarga Dirgantara memancarkan cahaya keemasan yang hangat, namun bagi Seraphina, cahaya itu terasa seperti lampu interogasi yang menelanjangi setiap inci rahasia gelapnya. Aroma masakan rumah yang biasanya menenangkan—sup buntut kesukaan ayahnya dan tumis sayuran segar—kini justru memicu rasa mual yang hebat di ulu hatinya. Di meja kayu jati yang panjang dan dipoles mengilap itu, suasana tampak begitu normal, begitu beradab, dan begitu menyesakkan. Bramantyo duduk di kepala meja dengan wajah yang tampak sepuluh tahun lebih muda, tawanya meledak sesekali, memecah keheningan malam yang sunyi di luar sana. Di sisi kanannya, Alaric duduk dengan keanggunan seorang predator yang telah berhasil menjinakkan mangsanya. ​Alaric mengena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN