Sera mengambil lipstik merah menyala dari tasnya, membuka tutupnya dengan bunyi klik yang mantap. Ia memoles bibirnya dengan gerakan yang presisi dan penuh percaya diri, seolah-olah ia sedang mempersiapkan diri untuk sebuah perayaan kemenangan. Warna merah itu tampak kontras dengan kulit putihnya dan sweter hitamnya, memberikan kesan berani sekaligus mematikan. Ia tidak lagi merasa perlu bersikap seperti gadis kecil yang penurut atau anak asuh yang butuh bimbingan moral. Topeng itu sudah ia buang bersamaan dengan pakaiannya yang robek di tangan Alaric semalam. Sekarang, ia akan menjadi wanita yang menuntut. Wanita yang tahu betul seberapa besar harga dari setiap inci kulitnya yang disentuh Alaric. Ia merasa tak terkalahkan. Jika suatu saat Alaric mencoba untuk meracau lagi tentang "kesala

