Hancurnya Kedisiplinan Alaric

1439 Kata

​Setiap kali salah satu direktur menyebut kata "target", "akuisisi", atau "ekspansi", otak Alaric secara otomatis mengaitkannya dengan Sera melalui kaitan asosiasi yang menyakitkan. Target yang telah ia taklukkan bukan lagi perusahaan pesaing, melainkan pertahanan terakhir seorang gadis yang seharusnya ia lindungi. Ekspansi kekuasaan yang ia lakukan bukan lagi di pasar modal, melainkan di atas raga gadis itu yang semalam ia klaim dengan brutal. Alaric mengepalkan tangannya di bawah meja marmer yang dingin, merasakan perih yang tajam di punggungnya—bekas cakaran Sera yang mulai mengering namun masih terasa sangat nyata setiap kali ia menggerakkan bahunya. Luka fisik itu adalah segel permanen dari pengkhianatan yang ia lakukan terhadap janji sucinya kepada Bramantyo. ​Kedisiplinannya telah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN