Penolakan Brutal Terhadap Bianca.

1310 Kata

Lantai lima puluh Valerius Group pagi itu masih diselimuti oleh keheningan yang mencekam, sebuah kesunyian yang hanya berani dipecah oleh bunyi mesin fotokopi yang bekerja ritmis atau ketukan pelan jemari para staf di atas papan tik. Di pusat pusaran gravitasi korporat itu, Alaric duduk di balik meja mahoni besarnya, seolah-olah ia adalah bagian dari furnitur yang terbuat dari batu hitam. Wajahnya yang pucat namun kaku menunjukkan bahwa ia tidak tidur selama tiga puluh enam jam terakhir. Matanya, yang kini dikelilingi bayang-bayang gelap, menatap tajam ke arah laporan arus kas yang baru saja ia banting ke permukaan meja. Bagi Alaric, angka-angka adalah satu-satunya bahasa yang jujur di dunia ini; mereka tidak memiliki emosi, mereka tidak berbohong, dan yang terpenting, mereka tidak pernah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN