Sarapan Penuh Racun.

1162 Kata

Langkah kaki Alaric terasa berat dan goyah saat ia menyeret tubuhnya keluar dari kamar tidur menuju ruang makan yang luas dan minimalis. Aroma mentega yang meleleh di atas wajan panas dan tajamnya biji kopi Arabika yang baru digiling memenuhi udara, sebuah kombinasi yang biasanya menjadi candu baginya untuk memulai hari dengan produktivitas tinggi. Namun, pagi ini, aroma itu tidak memberikan kesegaran. Sebaliknya, bau makanan itu merayapi saraf penciumannya seperti kabut beracun yang memicu rasa mual hebat di hulu hatinya. Setiap molekul udara yang ia hirup terasa terkontaminasi oleh keberadaan sosok yang kini duduk dengan angkuh di kursi kebesarannya. Bianca berdiri di dekat konter dapur, masih mengenakan kemeja putih milik Alaric yang panjangnya hanya mencapai pertengahan paha. Ia memut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN