(++) Pengakuan Paksa.

1187 Kata

​Uap panas yang menguar dari dua tubuh yang baru saja beradu dengan liar masih menyelimuti ruang rias yang mewah itu, namun keheningan yang menyusul setelah ledakan gairah di ronde sebelumnya terasa jauh lebih mencekam. Seraphina Azkadina masih terduduk lemas di atas meja marmer rias, kakinya yang gemetar menggantung tak berdaya sementara punggungnya disangga oleh cermin kristal yang kini buram oleh embun napas dan uap keringat mereka. Di hadapannya, Alaric Valerius tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menjauh sedikit pun. Pria itu tetap berdiri kokoh, kaki jenjangnya yang berotot mengunci posisi di antara kedua paha Sera yang terbuka lebar, menghimpitnya dengan d**a bidang yang masih naik-turun dengan ritme yang berat, kasar, dan sangat posesif. ​Tangan Alaric yang besar kembali merayap,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN