Pecahan gelas kristal di atas lantai jati apartemen rahasia itu tampak seperti berlian yang hancur, memantulkan cahaya lampu temaram yang mendadak terasa mencekik bagi Alaric. Dadanya dihantam rasa sesak yang luar biasa, sebuah firasat buruk yang merayap dari ulu hati hingga mencekik kerongkongannya. Alaric berdiri mematung, menatap genangan wiski mahal yang perlahan meresap ke sela-sela kayu jati, namun pikirannya tidak lagi berada di ruangan itu. Ia merasa seolah-olah ada seutas benang tak kasat mata di dalam jiwanya yang baru saja putus dengan sentakan yang menyakitkan. Benang yang menghubungkannya dengan Seraphina. Di sudut sofa beludru, Bianca duduk dengan keanggunan seorang pemangsa yang sedang menikmati kemenangannya. Ia menyesap wiski dari gelasnya sendiri, bibirnya yang merah m

