(++) Kanvas Kulit Porselen

1074 Kata

​Suara detak jam dinding di sudut apartemen mewah itu terdengar seperti hantaman palu godam di tengah kesunyian yang mencekam. Atmosfer pasca badai gairah dan amarah di atas meja mahoni tadi tidak lantas mendingin; sebaliknya, ia mengental menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap, lebih menekan, dan sarat dengan obsesi yang patologis. Bagi Seraphina Azkadina, kesunyian ini adalah jenis teror yang berbeda—sebuah jeda sebelum eksekusi berikutnya dimulai. Ia masih terbaring lemas dengan napas yang terputus-putus, merasakan permukaan kayu meja makan yang keras telah menyerap seluruh sisa energinya. Kulit punggungnya terasa kebas dan dingin, namun jantungnya berdentum kencang saat menyadari bahwa Alaric Valerius belum selesai. Pria itu mengangkat tubuh masifnya perlahan dari atas Sera, namun tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN