Keheningan di dalam unit 2205 telah bermutasi menjadi sebuah simfoni bisu yang menyesakkan, di mana setiap partiturnya ditulis dengan tinta keringat, panas demam yang membara, dan hasrat yang tak lagi memiliki rem atau kompas moral. Udara di dalam kamar utama itu terasa sangat tebal, hampir-hampir padat, seolah-olah setiap partikel oksigen yang biasanya memberikan kehidupan telah digantikan sepenuhnya oleh feromon yang dilepaskan secara liar oleh dua tubuh yang sedang bergelut di ambang batas kewajaran. Alaric Valerius, pria yang selama empat dekade hidupnya dikenal sebagai manifestasi dari keteraturan yang kaku, disiplin asketis, dan integritas yang tak tergoyahkan, kini merasa seluruh fondasi eksistensinya telah runtuh menjadi debu. Di bawah selimut sutra tebal yang kini terasa seperti

