Ambang Ledakan.

1209 Kata

​Malam di kawasan perumahan elit Menteng terasa begitu hening, seolah-olah alam semesta sedang menahan napas untuk menyaksikan sebuah tragedi yang sedang bersiap meletus. Jalanan aspal yang lebar dan bersih itu hanya diterangi oleh lampu-lampu taman temaram yang menyembul dari balik pagar-pagar tinggi nan megah. Di sebuah sudut yang gelap, tersembunyi di balik rimbunnya pohon tanjung yang dahan-dahannya menjuntai rendah, Mercedes-Benz hitam milik Alaric Valerius berhenti dengan posisi mesin yang masih menyala namun tanpa suara. Cahaya dari dasbor mobil yang redup menyinari wajah Alaric, memantulkan bayangan yang tajam pada tulang pipinya yang menonjol dan matanya yang kini tampak seperti lubang hitam yang siap menelan apa pun di hadapannya. ​Alaric mencengkeram tuas transmisi dengan tanga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN