Alaric mencengkeram bahu Sera yang basah dan licin dengan kedua tangannya. Tekanan jemarinya menunjukkan betapa hebatnya pergulatan batin yang sedang ia alami. Ia ingin mencengkeramnya begitu kuat hingga Sera sadar akan posisinya, namun di sisi lain, ia ingin mendekapnya hingga mereka berdua hancur menjadi satu. "Kamu tahu apa yang kamu lakukan, Sera? Kamu sedang menghancurkan segala hal yang pernah aku bangun untukmu dengan susah payah! Aku memberikan kunci itu agar kamu punya tempat aman, sebuah sanctuary jika kamu bertengkar dengan Bramantyo atau jika dunia ini terasa terlalu berat untuk kau hadapi sendirian. Aku tidak memberikannya agar kamu bisa menyelinap masuk ke kamarku di tengah malam, memakai handukku, dan memperlakukan diriku seperti mainan yang bisa kamu kendalikan sesukamu!"

