(++) Puncak Amarah dan Gairah.

1349 Kata

​Keheningan yang mencekam di kamar tidur utama penthouse itu mendadak pecah oleh tarikan napas Alaric Valerius yang berat dan kasar. Kata-kata Seraphina tentang malam badai bukan hanya sekadar provokasi; itu adalah pemantik api di dalam gudang mesiu emosi Alaric yang sudah penuh sesak. Selama berhari-hari ia mencoba menekan gairah itu di bawah topeng moralitas dan jas mahalnya, namun malam ini, di depan raga yang basah dan mata yang menantang itu, semua pertahanannya hancur berkeping-keping. Amarah Alaric mencapai titik didih, namun amarah itu tidak lagi berupa keinginan untuk memaki. Ia telah bermutasi menjadi dorongan primitif yang menuntut penaklukan fisik yang mutlak. ​Tanpa satu patah kata pun, Alaric menyambar pergelangan tangan Sera dengan kekuatan yang cukup untuk meninggalkan bek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN