Pagi hari yang cerah, langit tampak begitu bersih—berbanding terbalik dengan pikiran Lisa yang dipenuhi kecurigaan. Matanya masih terbayang jelas bagaimana semalam Radit menggendong Elina yang tampak tak sadarkan diri. Tapi yang paling mengusik hatinya, Radit tidak terlihat keluar dari kamar Elina hingga pagi ini. Langkah kaki Lisa pelan menyusuri lorong rumah mewah itu, ketika tiba-tiba sebuah tepukan lembut di pundaknya membuatnya terkejut. “Sedang apa kamu, Lisa?” tanya Bi Yati, asisten rumah tangga senior, sambil terus menyapu halaman depan. Lisa menoleh dengan cepat. “Ah, Bi Yati bikin kaget aja…” Bi Yati hanya tersenyum tipis. “Kamu nyari Elina? Sepertinya dia belum bangun.” “Iya, aku mau ambil ASI buat Jio,” jawab Lisa cepat, berusaha menutupi rasa gelisahnya. Bi Yati mengangk

