Elina berusaha untuk menutupi kiss mark yang diberikan oleh Radit padanya. Dia sedikit kesal karena Radit malah meninggalkan beberapa jejak di lehernya. "Radit sialan, kenapa coba harus ninggalin jejak kayak gini," umpat Elina. Elina mengambil syal untuk menutupi leher jenjang miliknya. Dia tidak mau kalau sampai ada karyawan yang melihat dirinya. Dia merasa sangat malu dan tidak tahu harus berbuat apa lagi setelah ini. "Elina buruan!" "Iya sebentar." Elina langsung keluar dari kamarnya dengan terburu-buru. Bahkan dia belum sempat sarapan sama sekali. Semuanya memang ulah dirinya, bahkan dia tidak tahu harus berbuat apalagi. "Menyebalkan!" Elina mengumpat kesal ketika melihat hal tersebut. Dia berusaha untuk melakukan semuanya dengan baik untuk sekarang. "Lama sekali," ketus Radit

