Setelah Aku dan Mas Reiga pulang dari derawan, dia kini sangat jarang sekali di rumah. Kehamilanku yang akan masuk bulan 9 membuat aku sangat sensitif sekali. Aku sering menangis saat malam hari, setelah Mas Reiga mengakhiri panggilan kami. Beberapa hari ini dia sedang berada di jepang untuk urusan pekerjaan. Sejak kemarin aku sudah merasakan kontraksi palsu, Mama selalu menemaniku, Kakek juga selalu memeriksa keadaanku. Embun sudah di titipkan di rumah Tante Dean, Mama takut jika aku akan melahirkan lebih cepat dari perkiraan. Dokter mengatakan jika aku akhir-akhir ini sering stress, traumaku kembali lagi. Kenangan beberapa tahun yang lalu, saat aku akan melahirkan justru di tinggal pergi oleh suamiku masih membuatku sangat tertekan. Apalagi Mas Reiga tidak menemaniku saat ini, membuatk

