Bab 13. Malam Pesta Jamuan

1225 Kata

Sebagai orang nomor satu di kota tersebut, Devan selalu menjadi magnet yang tak terelakkan. Orang-orang berbondong-bondong mendekatinya, seolah-olah dia adalah pusat alam semesta yang menarik perhatian lebih dari tuan rumah acara itu sendiri. Bukan sombong, tapi Devan sudah terlalu mengenal wajah-wajah di sekelilingnya. Ada yang bermuka dua, licik menyembunyikan niat sebenarnya, ada pula yang tulus dan serius mengajaknya bekerja sama. Semua kepura-puraan itu lah yang membuatnya muak dan malas hadir di acara seperti ini. Ketika ada yang menyapanya, ia hanya membalas dengan kalimat singkat, datar, tanpa membuka ruang untuk obrolan panjang. "Maaf, saya dan istri saya harus ke sana dulu," ucap Devan pelan namun tegas, sambil menggandeng tangan Wilona dengan lembut. Bersama, mereka melangkah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN