Sentuhan Nikmat

1016 Kata

Lili bangun lebih awal, sekarang ia mulai terbiasa dengan statusnya sebagai istri yang dimana sekarang dia tidak hidup sendiri lagi. Ada seorang pria yang tidur di sampingnya, ia mulai merasa malu jika bangun didahului oleh suaminya. Pagi-pagi buta, saat matahari mulai memancarkan sinarnya dengan perlahan, Lili membuka gorden pada setiap jendela rumah itu. Ia membuang nafas perlahan untuk mengurangi rasa sesak di dadanya ketika membuka gorden kaca yang menghadap ke arah rumah orang tuanya. Lebih tepatnya bekas rumah kedua orang tuanya yang kini hanya tinggal puing-puing. Entah akan dijadikan apa lahan itu selanjutnya. Lili tidak mencari tahu karena ia masih belum siap untuk mengetahui kenyataan yang akan menggoreskan luka di hatinya. Rintik hujan mulai terlihat, Lili sedikit me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN