28. Selamat Malam, Ririn

1053 Kata

Ririn duduk diam di atas tempat tidur. Kain hitam menutup matanya. Dunia di sekitarnya… hanya gelap. Namun justru itu... membuat semua hal lain terasa lebih jelas. Napasnya. Detak jantungnya. Dan… suara langkah kaki. Awalnya dekat. Namun perlahan... menjauh. Ririn sedikit mengernyit. “Mas…?” panggilnya pelan. Tidak ada jawaban. Langkah itu terus menjauh. Menuju pintu. Setiap bunyinya terasa jelas. Menggema di telinganya. Hingga akhirnya... klik. Suara pintu terbuka. Jantung Ririn berdegup lebih cepat. Perasaan aneh itu kembali datang. Lebih kuat. Lebih tidak nyaman. “Mas…?” ia memanggil lagi. Sedikit lebih keras. Namun... yang terdengar hanya keheningan. Dan suara pintu yang… perlahan tertutup kembali. Di ambang pintu, Aldo berdiri. Tangannya masih di gaga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN