Musik klasik masih bergema lembut di dalam aula besar yang dihias dengan kemewahan yang tak berlebihan. Semua tamu tampak menikmati makan malam megah di bawah sinar lampu kristal yang menggantung di langit–langit. Namun, di sudut aula, saat semua mata mulai lengah dan pidato Hannan telah berakhir sempurna, tragedi kecil yang disengaja pun dimulai. Andini baru saja kembali dari meja utama, setelah menyapa beberapa tamu penting yang ditunjuk oleh Hannan untuk dia perkenalkan. Perempuan pilihan sang CEO itu menunduk sedikit, memperhatikan langkahnya, menghindari menyentuh ujung meja dekorasi yang dipenuhi gelas dan vas kaca. Dhira, dengan gaun merah anggur yang mencolok, menatap Andini seperti melihat mangsa. Dia melangkah cepat, pura-pura ingin mengambil sesuatu dari meja ketika Andini lew

