Matahari belum benar–benar tenggelam saat Andini menggandeng tangan Hannan masuk ke dalam mobil. Tujuan perempuan itu satu. Di balik kemegahan bisnis dan reputasi tak tergoyahkan, menurut Andini, Hannan itu butuh udara segar. Butuh ruang untuk bernapas. Butuh tahu bahwa dunia tak selalu soal kuasa dan pengkhianatan. "Kita mau ke mana?" tanya Hannan, menurunkan sedikit kacamata hitam saat mereka berjalan menuju mobil. "Ke tempat yang bisa bikin kamu lebih plonggg!" jawab Andini singkat, membuka pintu mobilnya sendiri. "Kali ini, aku yang akan culik kamu, Mas." "Saya sendiri tidak keberatan. Tapi—" "Nanti saja tanyanya! Sekarang diam dan ikut saja." Tempat yang dimaksud Andini adalah restoran kecil nan hangat yang baru mulai dia kelola. Setelah insiden kebakaran yang menimpa bisnisnya,

