Richard barusan dihubungi oleh Robi, dia mengepalkan tangannya ketika melihat berkas yang dikirim lewat email oleh Robi. Rupanya dia orang yang sama dengan Sabira dulu. "Wanita itu tidak pernah kapok," dengus Richard. Richard mematikan sambungan teleponnya. Dia mengepalkan tangannya dengan kesal. Dia yakin kalau wanita itu juga yang sudah membuat kekasihnya tidak ada. "Kenapa Richard. Apa yang Robi katakan?" tanya Madiya yang kini menghampiri Richard dengan khawatir. Apalagi setelah dia mengetahui Robi habis menghubungi Richard. Raut wajah Richard langsung berbeda dan ini membuat Madiya merasa khawatir. Pasti sudah terjadi sesuatu dengan pria itu sekarang. "Dia sudah menemukan orang yang mencelakai dirimu." Madiya membulatkan matanya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Richa

