Ziva dan Andra bertekad bulat untuk mempertahankan cinta mereka, tak peduli sekeras apa pun rintangan yang menghadang. Dalam pelukan saling percaya, mereka yakin bahwa setiap badai masalah akan berlalu, selama hati mereka tetap terpaut. Bahkan ketika restu orang tuanya masih jauh dari genggaman, Andra tak gentar sedikit pun. Saat ibunya melontarkan kata-kata yang menyakitkan, menjelek-jelekkan Ziva tanpa alasan, Andra berdiri teguh dan membela kekasihnya, menolak untuk tunduk atau diam. Bukan karena ingin menjadi anak durhaka, tapi demi membuktikan bahwa pilihannya sudah final dan cintanya pada Ziva sekeras karang yang tak mudah diterjang gelombang, bahkan ombak sekalipun. Ziva pun kini jauh lebih tenang, menata pikirannya untuk menghadapi kasus yang sedang diselidikinya. Meski restu Kar

