Meski Ibnu sudah tahu bahwa dirinya dan Andra sudah menjalin hubungan, namun Ziva tetap merasa canggung dan tak enak. Sementara Andra, pria itu justru dengan bangga merangkul Ziva, bersikap seolah-olah menegaskan kepemilikannya. "Maaf ya, Ipda Ibnu. Sepertinya kali ini Anda memang harus menjadi 'obat nyamuk' di antara kita," godanya tajam, wajahnya menyungging senyum penuh arti. Mendengar itu, Ziva membantah dengan cepat, wajahnya merah padam karena malu, "Andra, kamu ini ngomong apa, sih? Aku nggak enak sama Ipda Ibnu." Andra mengangkat bahu santai. "Memangnya kenapa, Sayang? Ipda Ibnu juga nggak masalah kok. Jangan terlalu dibawa serius, tadi aku cuma bercanda." Ibnu menghela napas, mencoba meredam suasana. "Itu benar, Bu Ziva. Saya sama sekali tidak masalah. Ya sudah, kalau kalian

