44. Takut jatuh pada Pesona Meylin

1295 Kata

Pagi hari Senin. Udara pagi masih dingin ketika Meylin berdiri di teras, memegangi jaket tipisnya. Rambutnya masih sedikit basah karena mandi cepat, dan matanya tampak agak sembap karena kurang tidur, semalam Byantara memeluknya begitu erat, membuatnya sulit benar-benar memejamkan mata dengan tenang. Byantara muncul dari dalam, merapikan kerah kemejanya. Byantara sendiri berusaha menahan perasaannya dan merasa kesal pada dirinya sendiri, mengapa dia bisa-bisanya tidak sadar memeluk Meylin semalaman. Dan harus dia akui, dia merasa hangat dan nyaman. Risma, yang sudah rapi sejak subuh, berdiri di samping mereka sambil menunggu mobil jemputan. “Sudah siap?” tanya Risma cerah. Meylin mengangguk sopan. “Saya antar sampai mobil, Bu.” Mereka bertiga berjalan keluar bersama. Pagi itu terlihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN