45. Janji yang Mulai Retak

1126 Kata

Byantara sedang memimpin rapat bersama para staf inti divisi kreatif untuk peluncuran produk baru. Ruangan meeting dipenuhi suara kertas dibalik, layar presentasi yang berganti-ganti, dan percakapan singkat yang serius. Semua mata tertuju pada papan konsep di depan. Namun sejak tadi, ponsel Byantara bergetar tidak henti di atas meja. Ia sudah menolak panggilan pertama. Lalu kedua. Ketiga. Hingga akhirnya layar hanya menampilkan satu nama yang mampu membuat dadanya terasa sesak: Dewi. Jari Byantara menegang. Tatapannya mengeras. Tanpa berkata apa pun, ia menekan tombol power, mematikan ponselnya sepenuhnya, lalu kembali fokus pada presentasi. Sikapnya tegas, dingin, namun hanya ia yang tahu bagaimana perutnya terasa melilit. "Saya tidak ingin ada gangguan saat meeting," ucapnya datar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN