Byantara memutuskan untuk pulang. Ia sama sekali tidak berniat pergi ke apartemen Dewi, setidaknya bukan sekarang, bukan ketika amarah perempuan itu masih membara. Ia terlalu paham karakter Dewi: seorang artis populer dengan sifat keras, ego tinggi, dan kebiasaan menang sendiri. Bicara dengannya saat sedang emosi hanya akan memperparah keadaan. Lebih baik menunggu Dewi tenang, pikirnya. Nanti baru kami bisa bicara seperti dua orang dewasa. Sementara itu, Budi berdiri di dekat pintu lift, melihat bosnya lewat dengan wajah suram. Ia menunduk hormat, tapi Byantara hanya mengangguk tipis, terlihat jelas sedang tidak ingin diganggu. Budi tidak berani membuka mulut, namun dalam hati ia sudah bisa menebak penyebabnya. Pasti gara-gara Nona Dewi datang tadi, batinnya. Sejujurnya, Budi memang

