Kondisi mental Aira

1504 Kata

Pintu tertutup dengan bunyi klik yang nyaris tak terdengar, menyisakan keheningan yang menyesakkan di ruang VVIP itu. Dokter Prasetyo dan para perawat telah undur diri, memberi ruang bagi drama kehidupan yang lebih rumit daripada sekadar diagnosa medis. Kini, hanya ada mereka berdua. Bastian berdiri di sisi ranjang, menatap nanar pada sosok yang terbaring diam itu. Aira tidak bergerak sedikitpun sejak matanya terbuka. Dia tidak menoleh untuk melihat siapa yang ada di sampingnya, tidak juga bertanya di mana dia berada. Aira hanya menatap lurus ke atas. Ke langit-langit kamar yang berwarna putih bersih, dihiasi lampu downlight yang temaram. Di dalam kepalanya, Aira sedang berjalan sendirian di sebuah lorong putih tanpa ujung. ‘Ini di mana?’ batin Aira bertanya, suaranya bergema di ruang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN