Apa otaknya Rusak?

1369 Kata

Jam dinding digital di ruang tunggu ICU menunjukkan angka yang berubah lambat, seolah waktu sedang mengejek Bastian. Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Bagi Bastian, dua puluh empat jam masa kritis pasca-operasi bukanlah sekadar perputaran jarum jam. Itu adalah dua ratus empat puluh tahun penyiksaan di neraka paling sunyi. Dia berdiri mematung di depan kaca besar yang memisahkan area steril dengan koridor umum. Tangannya menempel di permukaan kaca yang dingin, tepat sejajar dengan posisi wajah Aira yang terbaring jauh di dalam sana. Penampilan sang penguasa bisnis itu sudah hancur lebur. Kemeja putihnya yang berlumuran noda darah kering, darah dari kaki Aira dan darah pria tua yang dia hajar, masih melekat di tubuhnya, kaku dan berbau amis. Rambutnya acak-acakan, mencuat ke segala ara

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN