Bab 145.-1

720 Kata

Kansa memperhatikan sang ibu yang duduk menghadap kakak iparnya sambil menangis. Air matanya sendiri pun sudah akan turun jika ia tidak segera menyusutnya. Berkali-kali Kansa mengatur tarikan dan hembusan napas, sebagai upaya untuk menekan gejolak rasa di dalam d*da. Kansa masih mengingat bagaimana pakdenya itu menggantikan peran bapak untuknya. Sesekali pria itu yang datang ke sekolah untuk mengambil raport nya. Kansa juga mengingat bagaimana kakak bapaknya itu sering memberikan uang jajan untuknya saat masih sekolah. “Buat jajan yang enak-enak seperti teman-temanmu.” Itu adalah kalimat yang selalu pakdenya katakan saat memberinya uang. Banyak ingatan yang kemudian datang berkelebatan, membuat perasaan Kansa semakin tidak menentu. Sampai-sampai air mata itu jatuh dan Kansa tidak menyada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN