Bab 145.-3

569 Kata

Nabila melarikan bola mata ke sekitar. Menghembus napas lega melihah beberapa penghuni meja tampak sedang berbincang. “Benar itu?” Dengan cepat bola mata Nabila kembali pada sosok di depannya. Kepala Nabila menggeleng keras. “Bukan, bukan itu.” hembusan napas panjang wanita itu lakukan. Nabila sekali lagi menelan saliva sebelum kemudian bicara. “Darius, kita sudah berteman lama. Kamu pasti tahu kalau karirku hancur setelah aku sakit,” buka Nabila seraya menatap lekat sepasang mata Darius. Sementara Darius duduk menyandar dengan dua tangan terlipat di depan d**a. “Dan susah sekali mendapatkan pekerjaan, meskipun aku sekarang sudah sembuh.” “Lalu?” tanya Darius terdengar tidak sabar. “Tolong bantu aku, Darius. Pakai aku untuk iklan usaha kamu.” Kening Darius sudah tidak lagi halus. Be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN