Bab 155.-3

939 Kata

Ahmad menarik paksa kedua sudut bibirnya. Pria itu baru akan membuka suara untuk menanyakan cucu dan adik iparnya, saat ruangan diketuk lalu empat orang berjalan masuk ke dalam ruang ICU. Kansa beranjak berdiri begitu melihat siapa saja yang datang. Wanita itu melangkah ke ujung atas ranjang. Membiarkan dokter dan dua perawat mendekati pakdenya. Dokter tersenyum lebar menatap sang pasien. “Ruang rawat Pak Ahmad sudah siap. Sekarang pak Ahmad akan dipindah ke ruang rawat biasa. Sudah tidak harus menginap di ruangan ini lagi,” Dokter itu memberitahu pasiennya. Sebagai seorang dokter, dia tidak peduli status pasiennya. Sekalipun status pria tua di atas ranjang ini adalah seorang narapidana, baginya Ahmad hanyalah pasien. Pasien yang harus ia selamatkan. Tidak lebih, tidak kurang. “Terima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN