Bab 156.-1

705 Kata

Kansa mengetuk daun pintu tiga kali. Hari masih pagi. Belum jamnya orang berangkat bekerja. Jadi, Kansa yakin orang yang hendak ia temui masih berada di dalam rumah. Kansa menarik satu langkah ke belakang ketika mendengar suara handel pintu ditekan. Kepala yang terbungkus hijab warna kuning kunyit itu sedikit meneleng—mengintip ke dalam celah pintu yang mulai terbuka. “Ya.” Kansa tersenyum melihat sosok yang baru saja membuka pintu. Yang saat ini berdiri terpaku dengan sepasang mata membesar. “Hai, Niken. Apa kabar?” sapa Kansa dengan senyum tergurat di wajahnya. Niken yang benar-benar terkejut melihat sosok perempuan berhijab yang berdiri di depannya, tidak menjawab pertanyaan Kansa. Hanya menatap seolah tak percaya--sampai kemudian yang wanita itu lakukan adalah menangis sambil mela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN