Kansa terlalu panik memikirkan kondisi pakdenya, hingga sama sekali tidak memikirkan kemungkinan akan bertemu dengan Sultan. Wanita berhijab itu berlari ke arah ruang rawat sang pakde. Dia bahkan tidak memikirkan Niken yang napasnya sampai tersengal-sengal karena berlari mengikutinya. Bola mata Kansa tidak bergerak ke tempat lain, selain ke arah dua orang yang memakai seragam petugas lapas. Wanita itu berlari melewati sosok yang tidak mengedip mengikuti pergerakannya. “Apa yang terjadi dengan pakde saya?" tanya Kansa, setelah berhenti berlari di depan dua orang petugas lapas. Tarikan dan hembusan napas wanita itu beberapa kali lebih cepat, tampak dari gerak da*a yang naik turun dengan cepat. “Dokter masih mengurus pak Ahmad.” Sedangkan Niken berhenti berlari di sebelah Sultan yang seda

