Bab 161.-3

772 Kata

Kansa menelan saliva. Tidak ingin terbawa emosi mengetahui jika foto mereka dijadikan wallpaper laptop Sultan, Kansa mulai bekerja. Dia harus segera menemukan putranya. Bagaimana kalau sekarang Raja sedang menangis? Kansa tidak tahan memikirkannya. Kansa fokus pada layar laptop, sementara jari-jari tangannya bergerak di atas keyboard. “Sayang.” “Aku akan menemukan putraku sendiri,” sahut cepat Kansa. Mendengar jawaban Kansa, Sultan diam. Pria itu meremas benda di depannya. Dia juga cemas luar biasa. Dia juga takut terjadi sesuatu yang buruk pada putranya. Putra yang bahkan baru ia ketahui keberadaannya. Putra yang tidak pernah terpikir olehnya ternyata ada. “Setelah lampu merah di depan, jalan saja lurus.” Sepasang mata Sultan mengedip mendengar apa yang baru saja Kansa lakukan. Apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN