“Aku tidak bohong, Kek. Beneran wajah Raja seperti duplikat bang Sultan waktu kecil. Aku yakin seribu persen.” Itu adalah kalimat yang dikatakan oleh Mariana—cucunya. Yang akhirnya membuat Pramu Atmadja memutuskan untuk menyuruh seseorang mencari tahu kebenarannya. Pramu Atmadja menang sudah tidak lagi mengurus perusahaan secara langsung, namun pengaruh pria itu masih begitu besar. Setiap orang yang mengenalnya masih menghormati pria tersebut. Orang-orang kepercayaannya tidak ada yang berpaling. Meskipun Pramu Atmadja mengatakan pada sang menantu jika pria itu lebih mempercayainya dibanding sang cucu, bukan berarti dia tidak peduli pada perkataan cucunya. Apalagi cucunya itu terlihat sangat meyakinkan. Dan ketika salah satu orang kepercayaan yang ia tugaskan untuk mengikuti Marita membe

