“Terima kasih atas kedatangan kawan-kawan media semuanya. Kami sengaja mengumpulkan kalian di rumah kami, karena ingin berbagi berita pada kalian. Kami sadar, Nabila—putri kami adalah bagian dari publik. Segala sesuatu yang terjadi padanya, pasti ingin didengar oleh kalian semua.” “Mohon maaf, saat ini Nabila tidak bisa bergabung bersama kami. Dia sedang kurang sehat.” Pria yang tidak lain adalah papa Nabila itu menambahkan. Sadar jika para pencari berita akan mempertanyakan ketidakhadiran Nabila. Tekanan dari Atmadja membuatnya tidak berkutik. Mau tidak mau akhirnya ia mengundang para pencari berita untuk datang ke rumahnya. Pria itu menarik pelan, namun panjang napasnya. Sepasang matanya mengedar sesaat. Tangan kiri pria itu memegang secarik kertas. Nugraha Yahya, papa Nabila menurunk

