121. Ketegasan Alea

1961 Kata

Sudah satu minggu berlalu sejak Kaisar memutuskan hubungan mereka secara sepihak. Bagi Dias, seminggu itu terasa seperti neraka. Tidak ada satu pun pesan yang dibalas, tidak ada panggilan yang dijawab. Nomornya diblokir. Bahkan untuk sekadar melihat wajah pria itu di kantor pun mustahil. Kaisar seolah benar-benar menghilang dari hidupnya. Hari-hari Dias menjadi berantakan. Setiap pagi ia berangkat kerja dengan wajah kusam, mata sembab karena semalaman menangis. Sesampainya di kantor, semua terasa berbeda. Suasana yang dulu terasa membanggakan—karena bisa berjalan di koridor kantor tempat kekasihnya menjadi atasan—kini terasa seperti jalan panjang menuju penghakiman. Bisik-bisik kecil terdengar di mana-mana. “Itu kan Dias, katanya pacarnya Pak Kaisar?” “Iya, tapi kok sekarang kayaknya m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN