[132] Tidur Bareng

2034 Kata

"Ecieee ... Mbak Nuni udah keramasan aja, nih? Diapain sama abangku, Mbak?" Eh? Nuni melirik Om Genta, lalu kembali menatap Marlena. Dia tersenyum. "Nggak diapa-apain, Len." Datang-datang langsung disambut dengan tingkah jail sang ipar. "Ah, masaaa?" Lena asyik meledek. Nuni mesem-mesem. "Serius." Om Genta bilang datangnya ke rumah ini dulu, banyak orang di sini, masa pengantinnya langsung pergi menyendiri. Ya ... Nuni, sih, manut saja apa kata beliau. Meski begitu, barang-barang Nuni dibiarkan di mobil. Toh mau diangkut ke rumah baru sore ini. By the way, keluarga Om Genta yang dari kampung lalu berpamitan. Konon mau pulang sekarang. Itu pun mereka menunggui Om Genta untuk pamit, lalu bersalaman juga dengan Nuni, ada yang sampai memeluk, mengusap punggung Nuni, dan bilang, "Titip G

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN