55. Keraguan Hendrik

1025 Kata

"Kamu nggak apa-apa?" tanya Raymond dengan nada khawatir. Amara hanya menghela napas panjang, lalu menatap jalan yang ada di luar mobil. Rasanya saat ini dia tak sanggup bicara sembari menatap wajah Raymond. "Saya merasa buruk, Pak. Entah bagaimana pertemuan besok, tapi saya ragu jika kedua orang tua saya akan datang," jawab Amara jujur. Raymond menoleh sekilas pada Amara yang semakin menunjukkan raut wajah muramnya. "Kalau begitu, apa besok mau saya temani?" tanya Raymond. "Tidak usah, Pak. Saya yakin bisa menghadapi keluarga saya besok." Lidah Amara terasa kelu saat kata keluarga keluar dari mulutnya. Karena sejak lama dia telah kehilangan kehangatan keluarga. "Saya akan meminta Pak Rizky untuk mendampingi kamu besok, " ucap Rizky setelah terdiam beberapa saat. "Memangnya boleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN