Udara dingin dari sistem pendingin sentral di sayap eksekutif Blackwell Corp terasa menusuk, seolah berusaha membekukan emosi. Namun, sensasi dingin itu tidak sebanding dengan rasa beku yang menjalar di d**a Lily. Di tangannya, selembar amplop putih tebal, berisi surat pengunduran diri, terasa panas dan berat, seperti timah yang akan menentukan nasibnya. Lily berdiri di hadapan meja kerja Ethan Blackwell, sebuah mahakarya dari kayu Ebony gelap yang kokoh, melambangkan kekuasaan mutlak pria itu. Meja itu tampak begitu luas, seolah menciptakan jarak yang tak terjangkau antara dirinya dan sang CEO. Ethan, si "CEO Hyper" dengan wajah maskulin yang keras dan rahang tegas, sedang tenggelam dalam layar laptopnya. Gerakan jari-jarinya di keyboard secepat kilat, mengetik kode saham dan meni

