Positif

1418 Kata

“Mas, sebaiknya kita pulang saja. Aku sungkan sama Mimi kalau kita memakai ruang istirahatnya. Sementara dia luar dia sedang mengerjakan setumpuk pekerjaan.” “Memang sudah tugasnya. Wajar jika Mbak Mimi mengerjakan semuanya sendiri.” “Mas ...” “Honey, aku tidak sedang memberimu pilihan,” sahut Mas Agung sebelum aku menyelesaikan kalimatku. “Kita akan menunggu sampai Dokter datang.” “Setelah makan tenagaku sudah kembali. Pusing yang aku rasakan pun berangsur menghilang. Sebaiknya tidak perlu memanggil Dokter.” Aku menundukkan kepala saat tatapan tajam Mas Agung membuat bulu kudukku berdiri. Apa aku salah bicara? Aku hanya mengatakan apa yang sedang kurasakan. Seharusnya tidak perlu marah jika tidak berkenan di hatinya. Lagi pula yang seharusnya marah itu aku. Malah kebalik sih! Dia en

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN