Badanku seperti habis di pukul orang sekampung. Tubuh bagian bawah juga masih nyeri saat dibuat jalan. Meski sudah berendam air hangat tetap saja belum terasa membaik. Sejak bangun tidur hingga tengah hari aku belum keluar dari kamar. Malu dengan Mama karena ketahuan bermesraan dengan suami di pagi hari. Harusnya aku bisa menahannya dulu malah sengaja menggoda suamiku. Sebenarnya tidak ada masalah bermesraan atau melakukan hal yang lebih dari itu dengan suami. Tapi, tempat dan waktu juga harus dipertimbangkan. Salahnya aku mengabaikan kedua hal tersebut. “Hon, aku ke peternakan dulu ya.” “Hmmm.” “Mau bobok lagi?” Aku menganggukkan kepala dengan kedua mata terpejam. “Rasanya aku lelah sekali, Mas. Kayak habis lari maraton 3 KM.” “Kamu terlalu bersemangat sampai minta tambah berkali-k

