“Kamu benar enggak kenal anak muda tadi?” tanya Eyang saat mereka sudah sampai kembali ke rumah. “Enggak.” “Enggak pernah ketemu sebelumnya?” Lyra tampak berpikir sejenak. “Gak tahu ya, Yang. Mungkin pernah papasan sebelumnya, makanya kayak pernah lihat wajahnya. Tapi Lyra gak pernah kenal kok sama dia.” Eyang mengangguk, seolah memperlihatkan beliau percaya pada ucapan cucunya. “Hati-hati kalau kenalan sama laki-laki. Meski cuma teman, tapi pastikan dia baik dan dari keluarga baik-baik,” pesannya. “Iya, Eyang. Lyra masuk kamar dulu ya.” “Iya. Terimakasih sudah mau menemani ke rumah sakit tadi.” “Sama-sama.” Lyra masuk ke kamarnya. Merebahkan diri di atas kasurnya menatap langit-langit kamarnya. Seumur hidup, ia tidak menyangka akan pernah menemani eyangnya ke rumah sakit. Sejak k

