Bab 28: Kesepakatan

1112 Kata

Keduanya terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya Refan bangkit untuk memesan minuman. Lyra tadinya mengira Refan akan pergi dan hendak mencegahnya. Tapi begitu melihat pemuda itu menuju counter pemesanan makanan dan minuman, dia tersenyum tipis. “Apa maumu sebenarnya?” tanya Refan to the point. Ia tak suka berbasa-basi. Terlebih, ia tak suka memiliki urusan dengan perempuan. Karenanya Refan ingin semua cepat selesai. Ia sudah siap jika Lyra menginginkan ia mentakedown fotonya atau bahkan meminta kompensasi materi karena mengambil gambarnya tanpa ijin. Lyra berdecak tak suka. Benar-benar tanpa basa-basi, seolah Refan memegang kendali semuanya. “Itu aku yang dalam fotomu,” Lyra menunjukkan bukti bahwa ia memang pernah ke kafe tersebut di hari dan jam yang sama saat Refan mengambil foto it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN