Rindu memang seberat itu. Hampir dua hari tidak bertemu, Naka merasakan perasaan menggebu-gebu, begitu akhirnya bisa kembali bertemu dengan istrinya. Dan malam ini, istrinya itu terlihat berkali lipat lebih cantik di matanya. “Lea bilang kalian mau makan berdua di luar.” Naka langsung menoleh ke samping. Menatap sang istri yang tersenyum kecil sambil menganggukkan kepala. Pria itu meluruskan kembali pandangan matanya begitu merasakan tepukan di bahu kanannya. Berdehem ketika melihat sang bapak mertua tersenyum. “Ya sudah sana. Naka pasti sudah lapar. Malam ini kalian pulang ke apartemen saja. Tidak usah menginap di rumah sakit. Biar Bapak sama Lea yang di sini malam ini.” Anda tersenyum ketika tatapan matanya bertemu dengan sepasang netra sang putri sulung. Naka mengerjap mendengar apa

