Bab 151. Kondisi Zahra

2424 Kata

“Mbak … Mbak … Ibu bangun, Mbak. Ibuk bangun, Mbak. Suster … ibu saya bangun, Suster. Ibu saya bangun!” Karena terlalu girang melihat ibunya setelah satu bulan lebih koma akhirnya membuka mata, Lea tidak menyadari apa yang terjadi pada kakaknya. Suster yang berjaga langsung beranjak berdiri. Begitu melihat dari tempatnya berdiri sang pasien benar membuka mata, wanita itu dengan cepat meraih gagang telepon di atas meja, lalu menekan beberapa angka sebelum membawa gagang telepon menempel ke telinga kiri. Dengan tangan bergetar yang berpegangan kuat pada besi ranjang, Zahra masih sempat menoleh ke arah sang ibu. Tersenyum ketika melihat kedua kelopak mata sang ibu terbuka. Sepasang mata wanita itu berbayang cairan bening. Lalu penglihatan Zahra perlahan pudar. Kali ini Zahra merasa tulang-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN